Oleh: Sayed Muhammad Husen
Media Islam harus mengandung tiga unsur sekaligus. Pertama, media yang dimiliki oleh orang Islam atau organisasi atau kelompok Islam. Kedua, media yang seluruh isinya mengemban misi dakwah, mengajak kepada kebaikan (ma’ruf) dan mencegah kemungkaran. Ketiga, media yang dikelola secara islami dan para pengelolanya pun islami.
Pertanyaannya, tulis Mahladi sebagaimana dilansir Hidayatullah.com, adakah media pers seperti itu? Dari dulu sampai sekarang, tidak banyak. Bahkan sedikit sekali. Tak banyak pula pemodal yang mau menghabiskan uangnya untuk membuat media seperti itu. Sebab, tak akan menguntungkan.
Namun, bukan berarti konten-konten islami tak banyak beredar di media massa, termasuk pers. Konten-konten islami justru sangat banyak tersebar di berbagai media besar. Bahkan, semua media, pasti memiliki konten islami dengan kadar yang berbeda-beda.
Terlebih saat ini dunia telah sampai pada era media sosial. Pada era ini, media bukan lagi raja. Sebab, semua orang bisa membuat media publikasi dengan mudah. Justru saat ini kontenlah yang menjadi raja. Siapa yang pandai membuat konten, dia yang berpeluang mengendalikan opini.
Jika mengacu pada tiga kriteria media Islam sebagaimana dikemukan Mahladi, maka jumlah media Islam akan sedikit sekali. Sangat jauh jika dibandingkan media yang tidak memenuhi kriteria di atas.
Tapi tak perlu bekecil hati. Sebab, konten islami sangat banyak. Konten-konten tersebut tersebar di seluruh media, baik besar maupun kecil. Meskipun media-media tersebut tak sempurna menjalankan misi dakwah, namun tetap harus kita syukuri, karena mereka telah berbuat.
Teruskan menciptakan media Islam atau memproduksi konten islami untuk memenangkan opini Islam dan umat Islam. Tentu saja akan lebih sempurna jika kita mampu menggalang potensi sumber daya manusia, finansial, dan berbagai kekuatan umat untuk mendukung media Islam yang profesional, yang membela tegaknya syariat Islam.
Sumber: Gema Baiturrahman 10/2/2023 atau 19 Rajab 1444

Tidak ada komentar:
Posting Komentar