Ideolog Darul Islam, Tgk H AR Hasyim (alm) pernah mengatakan,
Darul Islam berjuang berdasarkan ideologi Islam dan siapa yang meninggal dalam
perjuangan mereka adalah syahid. Menjadi
syuhada. Demikian juga pejuang yang melawan kolonialisme Belanda dan Jepang
atas nama Islam, lalu mereka mati dalam perjuangan, juga dikatakan sebagai
syuhada. Mereka mendapat pahala syahid disisi Allah SWT.
Setelah Indonesia merdeka, pengertian syuhada pun semakin
kabur. Bahkan kata syuhada tak digunakan
lagi. Hal ini terjadi karena Indonesia bukan negara Islam. Istilah yang digunakan
lebih umum: pahlawan. Pahlawan bisa siapa saja, etnis dan agama apa saja.
Istilah syuhada hampir tak pernah digunakan lagi untuk menjelaskan tentang kepahlawanan.
Dalam Islam, menjadi syuhada merupakan cita-cita hidup
tertinggi. Seorang muslim meyakini, perjuangan meninggikan Islam dan
membebaskan Islam dari cengkeraman kuffar akan mendapatkan kemulian dari Allah
SWT. Membela kedaulatan negara demi tegaknnya dienul Islam akan mendapat
ganjaran pahala syahid.
Nilai syahid yang sejajar dengan berbuat baik di jalan Allah
(fiisabililah) tak sebatas berperang menenggakkan kedaulatan Islam. Berbagai
bentuk kebaikan juga bernilai fiisabililah, misalnya memenuhi kebutuhan ekonomi
keluarga, menuntut ilmu pengetahuan, mendamaikan pertikaian hatta menjadi amil
zakat. Bahkan, pada satu riwayat, nilai
jihad/berperang masih dapat diimbangi dengan berbakti kepada orang tua.
Karena itu, dalam sosiologi Islam Aceh, masyarakat memberi
nilai sebagai syuhada terhadap aktivitas atau peristiwa kebaikan. Misalnya
sebagian masyarakat Aceh menilai para pejuang yang meninggal dalam konflik Aceh
1976-2005 sebagai syahid. Mereka dianggap syuhada. Contoh lain, sebagian
masyarakat Aceh menilai korban tsunami (2004) meninggal sebagai syuhada.
Termasuk dalam hal ini, orang yang meninggal akibat kecelakaan, bencana alam
atau dibunuh.
Maka, ketika jihad dalam bentuk perang tak ada lagi, peluang menjadi pahlawan atau
syuhada tetap saja terbuka. Caranya? Dengan berbuat baik, bersungguh-sungguh
melakukannya dan konsisten berbuat pada sektor yang diyakini mendatangkan
manfaat bagi orang banyak. Manfaat bagi negeri ini. Yakinlah suatu waktu mereka
diakui sebagai pahlawan.

dalilnya donk
BalasHapus