Oleh: Sayed Muhammad Husen
Daya tahan keluarga terhadap berbagai persoalan-persoalan internal dan eksternal dipengaruhi oleh sejauh mana kualitas iman, tauhid dan ketaatan anggota keluarga kepada Allah SWT. Keluarga yang memiliki iman yang baik, senantiasa “melibatkan” Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya dan masalah yang dihadapi. Solusi terdahap masalah yang dihadapi juga “dikonsultasikan” kepada Khalik. Dia yakini, bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa mendatangkan masalah dan Dia pula yang menawarkan solusi. Sebagai hamba, ia hanya berikhtiar mencari solusi terbaik.Keluarga tauhid adalah keluarga yang mendasari hidupnya pada kepercayaan yang sebersih-bersihnya terhadap keesaan Allah SWT dan berkominten mengamalkan wahyu-Nya: Al-Quran. Keluarga ini menyakini dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pedoman Al-Quran pula ia membina dan membangun keluarga sakinah, yang bahagia di dunia dan akhirat. Al-Quran memandu keluarga tersebut menghadapi masalah, mengisi kehidupan dengan amal shalih dan meningkatkan kesejahteraan hidup.
Keluarga Ibrahim AS telah memberikan inspirasi dan contoh yang baik sebagai keluarga tauhid, yang telah menunjukkan loyalitas tunggal kepada Allah SWT. Ibrahim AS, istri dan anaknya mempraktikkan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT, mampu bertahap dengan persoalan hidup yang berat dan penuh harap akan kehidupan yang lebih baik di bawah lindungan Allah SWT. Atas bimbingan Allah SWT, keluarga Ibrahim AS mampu bertahan dari godaan material dari manusia dan makhluk lannya.
Karena itu, keluarga muslim masa kini, seharusnya menjadikan keluarga Ibrahim AS sebagai referensi, sehingga dengan itu mampu menghadapi berbagai persoalan dan kesulitan hidup. Keluarga muslim masa kini biasanya menghadapi masalahan dan tantangan hidup yang lebih berat, seperti problem ekonomi, komunikasi, hingga masalah-masalah terkait cinta dan seksual.
Banyak keluarga muslim gagal dan tak tahan menghadapi persoalan sehari-hari. Maka saatnya kita kembali pada landasan tauhid sebagai kompas, supaya mampu bertahan dari badai yang melanda keluarga. Tak perlu menunggu keluarga bubar tanpa sebab yang dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita belajar lagi dari keluarga Ibrahim AS.
Sumber: Gema Baiturrahman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar