Selasa, 17 Januari 2023

Ketahanan Keluarga Muslim

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Foto: Tanzil 
Keluarga memiliki peran strategis dalam membangun jamaah muslimin. Dari keluarga memulai peletakan dasar-dasar pembangunan umat, seperti penanaman tauhid, ibadah dan ilmu pengetahuan. Dalam keluarga pertamama kali dilakukan pembentukan karakter, motivasi, dan mimpi-mimpi besar anggota keluarga. Semua ini berdampak secara langsung atau tidak terhadap pembangunan umat.

Keluarga muslim yang kuat dan tahan aji, biasanya mengutamakan peletakan dasar tauhid sebagai agenda utama. Kepercayaan terhadap ketentuan Allah Swt dan panduan hidup dari Rasulullah saw benar-benar diyakini akan menyelamatkan dan membahagiakan seluruh anggota keluarga. Mereka senantiasa bertafakkur, berpikir dan mengagumi ciptaan Allah Swt.

Demikian juga, keluarga yang mampu menghadapi tantangan zaman senantiasa mengedukasi dan membiasakan anggota keluarga menjalankan ibadah dengan iklas dan disiplin. Mereka percaya, bahwa selain sebagai kewajiban, ibadah juga kebutuhan yang bermanfaat bagi diri sendiri. Ibadah mengantarkan hidup bahagia dan sejahtera.

Dalam keluarga muslim, sejak dini belajar dasar-dasar ilmu pengetahuan yang bersifat fardhu ‘ain (ilmu-ilmu Islam) dan fardhu kifayah (ilmu-ilmu umum). Tentu saja pembelajaran sangat dipengaruhi kemampuan orang tua. Yang pasti, dalam keluarga tetap terjadi transfer ilmu dan pengalaman dari orang tua kepada anak-anak mereka. Keluarga adalah madrasah pertama.

Keluarga juga menjadi basis pembentukan karakter dan akhlak. Keluarga yang baik adalah yang menjadi contoh bagi keluarga lain di lingkungannya. Keluarga teladan ditunjukkan dengan karakter dan akhlak mulia. Keluarga seperti ini menjadi patron prilaku bagi masyarakat. Karena itu, keluarga berkarakter dan berakhlak pasti berdampak langsung terhadap perubahan masyarakat. 

Kita juga menemukan keluarga muslim yang mampu memotivasi dan merencanakan mimpi (cita-cita) bersama. Keluarga ini saling mendorong, mendukung dan seakan satu tim tangguh. Mereka merencanakan pendidikan terbaik bagi anak-anak, merencanakan karier, dan kebebasan finansial. Juga mampu melakukan pemecahan masalah secara efektif.   

Jadi, keluarga muslim yang berdaya adalah memiliki ketahanan terhadap berbagai masalah dan tantangan internal dan eksternal keluarga. Ketahanan  keluarga akan tercipta apabila keluarga dibangun berdasarkan iman, pasangan yang serasi, dan membina komunikasi efektif. Syarat lainnya: berpenghasilan yang cukup, memiliki keterampilan pemecahan masalah dan suka belajar.

Karena itu, kita berharap, semakin besar persentase keluarga yang berdaya dan memiliki ketahanan kuat di Aceh, keluarga yang mampu mengadapi berbagai godaan dan tantangan zaman.

Sumber: Gema Baiturrahman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Ma’had Tahfidz

Oleh: Sayed Muhammad Husen Tim Verifikasi Banda Aceh dan Aceh Besar Baitul Mal Aceh (Tim Abes) melakukan verifikasi calon mustahik penerima...