Minggu, 08 Januari 2023

Saling Peduli

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Implementasi ajaran Islam bahwa ummat Islam ibarat tubuh yang satu dapat ditunjukkan dalam berbagai aksi, baik secara individual maupun berkelompok. Secara individual, ummat Islam saling peduli atau memberi perhatian sesama kerabat dan tetangga dekat, sehingga tak ada yang tersakiti, kekurangan makanan atau bahkan menderita akibat tekanan tertentu. Setiap individu membantu saudara seiman lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

Saling peduli dalam bentuk kelompok justru lebih dahsyat, sebab mendayagunakan potensi tenaga, finansial dan sumber daya lainnya yang dimiliki masyarakat muslim. Dengan penggalangan potensi ummat ini, diyakini seberat apapun masalah yang dihadapi sebagian ummat Islam dapat kita selesaikan dengan baik. Demikianlah bukti solidaritas dan wujud empati terhadap saudara seiman yang membutuhkan bantuan kita.

Salah satu bentuk saling peduli ditunjukkan jamaah shalat shubuh keliling di Banda Aceh dan Kabupaten Pidie. Organisasi jamaah shubuh mengorganisir bantuan atau infak untuk membangun rumah bantuan kepada jamaah shubuh yang sangat membutuhkan. Setiap jamaah berinfak menurut kemampuan masing-masing untuk membangun rumah layak huni. Ternyata dengan saling peduli berkelompok seperti ini berhasil membangun belasan rumah. 

Selain itu, masih ada pribadi seperti Edi Fadhil yang juga menggalang dana ummat untuk membangun rumah dhuafa di berbagai pelosok Aceh. Dengan pengelolaan yang transparan dan dilakukan oleh pribadi yang kredibel, masyarakat ikhklas menyerahkan batuan dan meyakini pengelolaan dananya tepat sasaran. Artinya rumah dhuafa yang dibangun telah melewati seleksi calon penerima rumah yang ketat dan diterima oleh keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan.

Ada lagi organisasi berbasis dayah yang digerakkan oleh Tu Sop yaitu BMU (Barisan Muda Ummat) yang juga mengaktualisasikan semangat saling peduli melalui program pembangunan rumah fakir misikin. Kita menilai, inisiasi pribadi dan “jamaah” seperti ini sangat penting artinya dalam memperkecil kesenjangan sosial, sekaligus membuktikan bahwa ummat Islam memang ibarat satu tubuh. Jika ada keluarga muslim yang memerlukan bantuan, kita pun ikut empati, solider dan bergerak membantu meringankan beban mereka.

Sumber: Gema Baiturrahman

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Ma’had Tahfidz

Oleh: Sayed Muhammad Husen Tim Verifikasi Banda Aceh dan Aceh Besar Baitul Mal Aceh (Tim Abes) melakukan verifikasi calon mustahik penerima...