Oleh: Sayed Muhammad Husen
Gempa dan tsunami 26/12/2004 merusak banyak masjid di Aceh yang letaknya di pinggir pantai. Yang menarik, sebagian besar masjid-masjid tersebut tidak hancur seperti bangunan lainnya yang rata dengan tanah. Masjid berdiri tegak dan dapat difungsikan, misalnya Masjid Rahmatullah Lampuuk dan Masjid Baiturrahim Uleelheu.
Hanya saja, kebangkitan kembali masjid, tetap membutuhkan waktu, mengingat warga di sekitar masjid hilang atau meninggal dalam stunami. Rekonstruksi fisik dan penataan kembali manajemen masjid berlangsung seiring proses rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat Aceh.
Banyak komponen masyarakat lokal, nasional dan internasional yang memilih fokus kegiatan di sekitar masjid. Mereka mengupayakan masjid berfungsi kembali secara normal setelah tsunami, ibadah shalat berjamaah terlaksana, dan berbagai aktivitas sosial-ekonomi dapat dipusatkan di masjid. Sehingga dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, masjid benar-benar berfungsi sebagai pusat ibadah, sosial dan ekonomi masyarakat.
Dari berbagai pihak yang peduli terhadap masjid, masyarakat Aceh mendapatkan pengalaman yang beragam dari pengurus masjid yang datang dari berbagai daerah dan bangsa. Mereka berbagi pengalaman dengan pengurus masjid di Aceh di wilayah tsunami dan masjid-masjid lain.
Pengurus masjid di Aceh mendapatkan berbagai dukungan dalam bentuk pembangunan fisik, rehabilitasi mental dan pemikiran yang berbeda dengan sebelum tsunami. Akhirnya, jamaah dan warga di lingkungan masjid mendapatkan dinamika baru dalam memahami ajaran Islam dan kebangkitan masjid pasca tsunami.
Dampak positifnya adalah, masjid-masjid di wilayah tsunami atau basis-basis pengungsi, lebih progresif dalam menata manajemen masjid dan mengoptimalkan fungsinya sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial dan ekonomi. Sebagian masjid di Aceh, bahkan, benar-benar menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ummat.
Pengurus masjid di Aceh telah tercerahkan oleh pengalaman berbagai bangsa yang datang membantu Aceh ketika stunami, 18 tahun lalu. Dengan ketercerahan itu diharapkan pengurus masjid mampu mengoptimakan fungsi masjid di bidang ibadah, sosial dan ekonomi.
Sumber: Gema Baiturrahman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar