Oleh: Sayed Muhammad Husen
![]() |
| Masjid HKL di Banda Aceh |
Kita mendapati organisasi pemuda dan remaja yang menjadikan persatuan umat sebagai komitmen dan doktrin kekaderan. Organisasi ini mewajibkan kadernya sebagai pemersatu umat dimanapun berada. Maka kader pun seringkali mengkomunikasikan persatuan umat sebagai suatu keharusan bersama. Hanya saja dalam praktiknya, tak semua kader mampu menggerakkan persatuan di lingkungannya.
Fakta lain menunjukkan, misalnya, khatib dan guru pengajian Islam senantiasa mengajarkan, bahwa Islam dibangun Rasulullah saw dengan semangat persatuan dan persaudaraan Islam, yang dicontohkan dalam membangun masyarakat Madinah. Rasulullah saw mempersatukan Muhajirin dan Ashar. Pada tingkat ajaran tentu “indah sekali”. Lagi-lagi dalam wujud praktis, tak semua khatib dan guru pengajian mampu berperan sebagai motivator persatuan umat.
Demikian juga kenyataan dalam masyarakat muslim Aceh. Kita masih saja menyaksikan konflik, gesekan dan pertentangan pendapat yang ujung-ujungnya mengganggu ukhuwah islamiah. Kita tak perlu sebutkan contoh kasus yang cukup banyak dalam aspek pemahaman aqidah, ibadah atau mazhab. Di kantor, lembaga pendidikan, bahkan di masjid bisa saja terjadi ketegangan yang berdampak terhadap melemahnya persatuan dan persaudaraan.
Karena itu, upaya mewujudkan persatuan umat pada berbagai tingkatan perlu dilakukan terus menerus dengan target-target yang terukur. Untuk ini, kita membutuhkan penggerak, motivator dan keteladan pemersatu. Mereka harus memiliki pemahaman, komitmen dan bersungguh-sungguh berperan sebagai penggerak persatuan umat. “Pekerjaan” itu dilakukan terus-menerus, ikhkas dan tanpa pamrih.
Melihat kondisi Aceh kini, kita membutuhkan cukup banyak penggerak persatuan yang mampu mengajarkan kearifan, membantu pemecahan masalah dan mengarahkan umat pada konsensus bersama. Mereka harus memotivasi umat supaya mendukung terwujudnya ukhuwah islamiah dan berperan sebagai mediator konflik keumatan. Penggerak persatuan adalah pribadi unggul dan teladan di tengah-tengah muslimin Aceh.
Sumber: Gema Baiturrahman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar