Minggu, 08 Januari 2023

Mengawal Kebangkitan Islam

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Peramal masa depan (foturolog) menilai abad ke 14 dan 15 hijriah adalah awal  kebangkitan kembali Islam. Semangat kebangkitan ini telah menumbuhkan optimisme dan rasa percaya diri ummat dan negara-negara Islam untuk terus berbenah dan mengaktualkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. Islam siap tampil sebagai ideologi alternatif.  

Potensi besar kebangkitan Islam, paling tidak dapat dilihat dari ajaran Islam yang lengkap, yang tidak hanya mencakup aspek aqidah dan ibadah, namun Islam memiliki kelengkapan ajaran di bidang muamalah, politik, sosial dan ekonomi. Islam yang ajarannya berkemajuan tetap sesuai dengan perkembangan zaman, mampu menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan dan peradaban. Islam alternatif dan solusi dalam menemukan keseimbangan pembangunan material  dan spritual.

Potensi besar lainnya, jumlah ummat Islam yang hampir dua milyar jiwa terus bertambah di berbagai belahan bumi. Peminat, pengkaji dan pemeluk Islam bertambah dari tahun ke tahun, membuat Islam dan ummat Islam secara kuantitas dan kualitas meningkat setiap tahun, termasuk di negara-negara Barat.

Negara-negara Islam memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, dengan ini memberi ruang ummat Islam semakin sejahtera dan kehidupannya lebih baik. Walaupun sebagian negara Islam dilanda konflik, namun dengan potensi SDM dan SDA ini memudahkan negara-negara Islam membangun aliansi dan solidaritas untuk saling mendukung dan saling menguatkan.

Karena itu, kebangkitan Islam perlu terus dikawal dari pihak-pihak (termasuk negara) yang memang tidak sehaluan dengan Islam dan perjuangannya. Mereka tetap tidak suka terhadap kebangkitan Islam yang terus menguat. Mereka menempuh berbagai cara untuk melemahkan Islam, ummat dan negara Islam.  

Kita harus mengawal kebangkitan Islam dari adu domba (internal dan eksternal) negara Islam, memecah belah dan  ekploitasi SDA. Negara-negara Islam mestilah percaya diri dan efektif mengklarifikai berbagai bentuk permusuhan terhadap Islam dengan alasan perlindungan HAM, anak dan perempuan. Selamatkan juga pemuda dan remaja Islam dari pola hidup bebas tanpa batas dan informasi yang merusak.

Sumber: Gema Baiturrahman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Ma’had Tahfidz

Oleh: Sayed Muhammad Husen Tim Verifikasi Banda Aceh dan Aceh Besar Baitul Mal Aceh (Tim Abes) melakukan verifikasi calon mustahik penerima...