Oleh: Sayed Muhammad Husen
Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat, membentuk desa percontohan adat guna melestarikan adat dan budaya sejak 2020 lalu. “Ada empat desa yang diterapkan sebagai desa percontohan adat di Aceh Barat,” kata Kepala Sekretariat MAA Aceh Barat, Hajar Aswad, seperti dikutip Antara.Menurut dia, desa percontohan adat
tersebut telah dilakukan survei dengan melibatkan para tokoh adat, agama,
budaya, serta pejabat pemerintah, dan tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten
Aceh Barat.
Adapun peran desa percontohan adat yang ditetapkan tersebut,
meliputi kegiatan pelestarian budaya dan adat istiadat Aceh dalam kehidupan
sehari-hari, proses peradilan adat di masyarakat, serta mengedepankan ajaran
agama, adat dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.
Hajar berharap, program desa percontohan
adat di Aceh Barat tersebut, menjadi desa percontohan di Aceh maupun di
Indonesia. “Desa percontohan adat dan budaya Aceh juga menjadi percontohan bagi
daerah yang ingin belajar adat dan budaya Aceh, khususnya Aceh Barat, dapat
berkunjung ke daerah ini,” kata Hajar Aswad menambahkan.
Selain itu, desa percontohan adat menjadi tujuan wisata
budaya dan agama di Aceh, dan dapat memajukan iklim wisata.
Kita melihat satu program kreatif MAA
Aceh Barat yang berupaya melestarikan adat dan kebudayaan Aceh melalui pendekatan
basis masyarakat. Sebab, pendekatan selama
ini, yang berbasis elite seperti pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh (LAKA)
dan MAA pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, cukup sulit menjangkau basis
masyarakat paling bawah.
Memang ada peran lembaga adat pada
tingkat yang lebih rendah di bawah kecamatan yaitu imum mukim, itu pun perannya tak seberapa dibandingkan LAKA atau MAA.
Karena itu, kita anggap terobosan positif
untuk menjangkau masyarakat luas, terutama kaum muda dan remaja desa, dengan mengoptimalkaan
peran adat tingkat gampong yaitu meningkatkat eksistensi lembaga adat imum gampong
(desa) dan tuha peut gampong.
Kita berharap, lebih banyak lagi gampong
berfungsi sebagai ujong tombak pelestarian adat dan kebudayaan Aceh.
Sumber: Gema Baiturrahman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar