Oleh: Sayed Muhammad Husen
Saya mendapat “perintah” mendampingi Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA) Mohammad Haikal, Jumat, (20/1/2023) menerima tamu, Salman Al Farisi, Direksi LAZ Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Jakarta. Salman datang berdua temannya dari perwakilan YBM PLN di Banda Aceh.
Saya mengenal Salman tahun 2004 sebagai pengelola IMZ Jakarta. Ketika itu, kami (amil BMA) mengikuti training dan magang manajemen zakat di IMZ dan Dompet Dhuafa selama dua pekan di Ciputat, Jakarta Selatan.
Setalah di IMZ, Salman ternyata sudah berapa kali pindah kerja antara lain ke LAZ Yayasan Baitul Mal BRI, Dompet Dhuafa, dan sekarang di YBM PLN.
“Saya masih simpan nomor kontak Pak Sayed,” katanya. Padahal, kami jarang komunikasi. Tahun 2019, saya mengikuti Pelatihan Manajemen Wakaf yang diselenggarakan oleh IMZ di Surabaya, saya lupa menanyakan di mana Salman bekerja.Salman, menawarkan kolaborasi YBM PLN dengan BMA. Gayung bersambut, Haikal juga berpikir hal yang sama.
“Misalnya BMA sudah membangun hampir 200 rumah dhuafa tahun 2022, dan itu ada datanya. Dengan kolaborasi, YMB PLN atau LAZ lain bisa membantu mustahik yang menerima rumah dengan program lain, misalnya bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” kata Haikal.
Saya menimpali, “Malah kita bisa ajak bergabung LAZ Muhammadiyah atau LAZ NU untuk membina sisi spritualitas.” Salman dan Haikal sepakat.
Salman dan Haikal saling berbagi cerita sukses program masing-masing lembaga. YBM PLN misalnya memiliki program rumah cahaya, desa cahaya, dan bidan cahaya.
“Kami menempatkan seorang pendamping desa cahaya di Bireuen selama dua tahun. Dia ibarat marinir yang kami tanam di sana, yang akan melakukan perubahan di desa itu,” kata Salman.Setelah bertamu sekitar 60 menit, akhirnya, sang tamu pun berpisah dengan foto bersama.
Mungkin, saya diajak mendampingi tamu hari itu, karena melalui saya Salman meminta waktu bertemu ketua atau anggota badan BMA. Salman dianggap sahabat atau jaringan saya. Bisa jadi.
Foto-Foto: Juliani



Tidak ada komentar:
Posting Komentar