Oleh: Sayed Muhammad Husen
![]() |
| Pelabuhan Dedab Pulo Nasi: pulang dari penyaluran zakat di Pulo Nasi tahun 2010 (Foto-foto: Maulizan) |
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya (minuman) khamar (arak/memabukkan), berjudi (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al-Maidah: 90).
Praktik judi dilakukan dengan cara sederhana hingga cara-cara paling modern dan canggih, yang penting dapat berfungsi sebagai sarana bisnis, eksploitasi ekonomi dan pemuas selera rendah manusia. Sedikit orang yang diuntungkan dengan bisnis judi ini, justru jumlah terbanyak adalah orang dan komunitas yang terbuai mimpi. Judi hanya hayalan hidup saja. Mereka merasakan keenakan-keenakan semu dan sifatnya sementara.
Dari pengalaman sejarah peradaban manusia, judi dipastikan merusak berbagai aspek kehidupan, mulai dari aqidah, ideologi, politik, ekonomi, moral, hingga budaya. Tahap terakhir judi bisa saja menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukankah Allah SWT mengingatkan, judi akan mendatangkan bahaya dan bencana kehidupan.Allah SWT melanjutkan firmanNya, ''Sesungguhnya setan itu bermaksud permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).'' (QS Al-Maidah: 91).
Justru yang menarik, apabila praktik judi memang irrasional, maka keterlibatan setan dalam setiap niat, transaksi dan bisnis judi, membuat dunia perjudian semakin ruwet dan kacau. Akibat perbuatan setan, orang-orang yang terlibat judi, kejiwaan dan kehidupannya pun tak memberi arti dan tak ada makna apa-apa. Hidupnya kering dan hampa.
Demikianlah kehidupan generasi sekarang yang lagi diserang setan melalui judi online. Karena itu, seharusnya seluruh komponen bangsa berpikir untuk menyelamatkan mereka dari bencana yang lebih besar.Sumber: Gema Baiturrahman



Tidak ada komentar:
Posting Komentar