Sabtu, 21 Januari 2023

Judi Merusak Peradaban

Oleh: Sayed Muhammad Husen    

Pelabuhan Dedab Pulo Nasi: pulang dari penyaluran zakat
di Pulo Nasi tahun 2010 (Foto-foto: Maulizan) 
Islam adalah agama rasional yang  melindungi jiwa, termasuk memproteksi cara berpikir manusia. Salah satu caranya dengan mengharamkan judi, sebab sepanjang sejarah manusia judi terbukti merusak pikiran dan peradaban. Judi merendahkan martabat kemanusiaan, membangun permusuhan, dan bahkan bisa saling membunuh sesama pelaku judi. Menariknya, setan pun ikut merusak kehidupan masyarakat yang membudayakan judi.   

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya (minuman) khamar (arak/memabukkan), berjudi (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al-Maidah: 90).

Praktik judi dilakukan dengan cara sederhana hingga cara-cara paling modern dan canggih, yang penting dapat berfungsi sebagai sarana bisnis, eksploitasi ekonomi dan pemuas selera rendah manusia. Sedikit orang yang diuntungkan dengan bisnis judi ini, justru jumlah terbanyak adalah orang dan komunitas yang terbuai mimpi.  Judi hanya  hayalan hidup saja. Mereka merasakan keenakan-keenakan semu dan sifatnya sementara.  

Dari pengalaman sejarah peradaban manusia, judi dipastikan  merusak berbagai aspek kehidupan, mulai dari aqidah, ideologi, politik, ekonomi, moral, hingga budaya. Tahap terakhir judi bisa saja menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukankah Allah SWT mengingatkan, judi akan mendatangkan bahaya dan bencana kehidupan.

Allah SWT melanjutkan firmanNya, ''Sesungguhnya setan itu bermaksud permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).'' (QS Al-Maidah: 91). 

Justru yang menarik, apabila praktik judi memang irrasional, maka keterlibatan setan dalam setiap niat,  transaksi dan bisnis judi, membuat dunia perjudian semakin ruwet dan kacau. Akibat perbuatan setan, orang-orang yang terlibat judi, kejiwaan dan kehidupannya pun tak memberi arti dan tak ada makna apa-apa. Hidupnya kering dan hampa. 

Demikianlah kehidupan generasi sekarang yang lagi diserang setan melalui judi online. Karena itu, seharusnya seluruh komponen  bangsa berpikir untuk menyelamatkan mereka dari bencana yang lebih besar.

Sumber: Gema Baiturrahman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Ma’had Tahfidz

Oleh: Sayed Muhammad Husen Tim Verifikasi Banda Aceh dan Aceh Besar Baitul Mal Aceh (Tim Abes) melakukan verifikasi calon mustahik penerima...